Ho Chi Minh: Pemimpin Vs Nama Kota Vietnam

Ho Chi Minh, Pemimpin revolusioner Vietnam yang menganut paham komunis ini dilahirkan pada tahun 1890 dan memiliki peran besar sepanjang abad 20 dalam usaha membebaskan negaranya dari pengaruh dan tampuk kekuasaan penguasa kolonial asing.

Ia berjuang mengusir penjajah Jepang, Perancis pada masa perang Indocina pertama dan memimpin pejuang Vietnam untuk berjuang melawan Amerika dimasa perang Indocina kedua, yang juga kita kenal sebagai Vietnam War, termasuk mengupayakan jatuhnya pemerintahan Vietnam Utara.

Ho Chi Minh meninggal dunia pada tahun 1969, 6 tahun sebelum Vietnam Selatan mendeklarasikan kemenangannya dalam Perang Vietnam (Vietnam War) dan menjalankan pemerintahan dibawah sistem aturan komunis.

Namanya kini digunakan sebagai nama kota Ho Chi Minh, yang merupakan gabungan dari Saigon dan  Propinsi Gia Định yang menyatukan diri sejak 2 Juli 1976 dan terus melakukan perkembangan-perkembangan demi kemajuan negara dimasa yang akan datang. Bertahun-tahun kemudian, masih banyak masyarakat dunia yang masih mengenal dan menyebut kota ini sebagai Saigon.

Begitu hebatnya dan mengerikannya kisah Perang Vietnam dimasa lalu, hingga kini masih banyak turis yang berpikir ulang untuk berkunjung ke Ho Chi Minh City. Kenyataannya, kota ini memiliki keindahan dan kedamaian yang jauh dari kesan seram.

Jika anda memutuskan untuk berkunjung ke Ho Chi Minh, coba rasakan kedamaian ditengah kota saat anda menikmati waktu santai ditaman kota yang berada tidak jauh dari Ben Tanh Market. Anda mungkin saja akan menemukan keramahan penduduk kota ini yang ingin lebih terbuka kepada turis asing sambil mempraktekkan kemampuan bahasa Inggris yang mereka miliki.

Tidak ada perbedaan waktu antara Ho Chi Minh dengan Jakarta. Iklim tropis serta hiruk-pikuk jalanan kota yang familiar dengan beberapa kota di Indonesia mungkin saja membawa anda merasa lebih nyaman dan cepat beradaptasi dengan kota ini.

Meskipun masih banyak masyarakat Ho Chi Minh yang belum bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar, namun anda tidak akan menemukan banyak kendala untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang tersedia. Bukan tidak mungkin ini akan menjadi sebuah pengalaman menarik untuk mencoba berbicara dengan bahasa isyarat dan ternyata terdapat koneksi dan saling pengertian antara kedua pihak yang mencoba berkomunikasi!