Nasi Uduk : Ikon Ibukota Jakarta

nasi uduk

Setiap berada di Jakarta saya selalu terbayang-bayang nasi uduk buat mengganjal perut. Yummy. entah kenapa kalau di Jakarta selalu ingin menyantap nasi uduk. mungkin memang karena rasanya yang “ngangenin“.

Ternyata sejarahnya cukup panjang kalau dilihat. Nasi uduk adalah salah satu koleksi kuliner Betawi yang telah menjadi ikon ibukota Jakarta. Setiap pagi, nasi uduk sudah dicari- cari oleh warga jakarta sebelum mereka beraktivitas. uniknya nasi uduk bisa dinikmati kapan saja. bisa untuk makan pagi, makan siang maupun makan malam.

Nasi uduk terbuat dari nasi yang ditanak dengan santan, serai dan daun salam sehingga nasi tersebut menjadi pulen, gurih dan wangi. Lauk pauknya sendiri terdiri dari semur tahu, tempe, telur, bihun, ayam goreng dan gorengan. Tidak lupa dengan ciri khasnya memakai sambal kacang dan bawang goreng.

Awal mulanya, nasi uduk ini menjadi bekal untuk para petani yang bekerja di sawah. Karena didalam nasi uduk terdapat kandungan protein dan kalori yang cukup untuk mengisi energi para pekerja keras tersebut. setelah perkembangan jaman, orang-orang mulai mencoba untuk meng”upgrade” nasi uduk ini. Orang-orang mulai menambahkan jahe, kayu manis, cengkeh, dan bahan-bahan lain. Hasilnya menjadi ciri khas di berbagai daerah di Indonesia.

mau cobain travelinaryans? yuk!🙂